Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

JOURNEY TO JOGJA

Minggu kemarin adalah salah satu hari yang paling berkesan dalam sejarah hidupku. Yaitu moment dimana aku bisa membahagiakan putri kecilku. Aku mengajak "ade" ke tempat rekereasi Gembira Loka Zoo. Ya "ade" begitulah aku memberinya panggilan kesayangan. Mungkin karena saat ini baru satu yang dititipkan Tuhan kepadaku sehingga aku memanggilnya demikian.

Taqiya Tsaqifa Ahmad (16 bln)

Jarak rumahku menuju jogja bisa ditempuh dalam 2 jam dengan memakai mobil sendiri. Ini bukanlah perjalanan jauh pertama "ade" karena ia sudah bekali-kali aku ajak berpergian ke banyak tempat. Umur 3 bulan ia pernah aku ajak ke Kabupaten Pemalang yang dari rumah sekitar 6 jam. Kemudian umur 7 bulan dan 11 bulan juga pernah diajak dalam perjalanan ke tempat yang sama. Tapi yang paling rekor untuk dia adalah saat perjalanan ke Tasikmalaya. Saat itu mobil yang aku pakai agak rewel/bermasalah ditambah lagi tempat yang kami tuju adalah salah kecamatan kecil perbatasan antara kota Ciamis dan Tasikmalaya yang agak masuk ke dalam dimana akses jalan rusak parah. Kecamatan itu bernama Cigugur, yang kata orang setempat "kami tinggal di negara merdeka, tapi belum merasakan rasanya kemerdekaan". Hal ini karena akses jalan yang sangat parah. Dari rumah Boyolali menuju Cigugur waktu itu aku tempuh 18 jam. Alhamdulillah dalam perjalanan itu "ade" tidak rewel, saat itu dia berumur 14 bulan.

Kec. Cigugur Ciamis-Tasikmalaya

Kembali ke cerita awal, setelah menempuh perjalanan 2 jam akhirnya sampailah kami ke Jogja di Gembira Loka Zoo. Ternyata tempat ini sudah banyak berubah dari sewaktu aku kunjungi terakhir kali, sekitar 7 tahun yang lalu. Yang paling banyak berubah adalah dari segi hewan koleksinya, kalau dari segi tata letak mungkin gak jauh berbeda. Tiket masih Rp. 15.000,00 per kepala, tapi kurang tahu kalo hari biasa. 

"Ade" tampak begitu gembira, karena begitu masuk sudah di sambut dengan badut berkepala rusa, boleh foto bareng tapi harus isi kotak katanya, hahaha....

Foto bareng badut kepala Rusa

Sehabis foto bareng badut terus kita lanjut jalan melihat koleksi yang dimiliki oleh Gembira Loka Zoo. Ada banyak hewan sekali ragam hewan yang dimiliki oleh kebun binatang kebanggaan warga Jogja ini, tapi cuma beberapa yang aku ambil pake kamera ΒLΛCKΒERRY® ini selebihnya ada di digicam milik adikku. 

Sebelum kita melihat koleksi hewan yang pertama kita liat foto narsiz "ade" dulu ya. Foto bareng eyangnya di depan danau raksasa tempat para pengunjung Gembira Loka Zoo menikmati wisata air. Di sini pengunjung bisa mencicipi asyiknya naik speed boat dengan kecepatan tinggi laksana menyebrang pulau dari "merak ke bakahuni. Selain speed boat pengunjung juga bisa menikmati naik feri mini. Yang kata adik saya seperti naik feri menyebrang ke madura, hahaha... ada-ada saja.

"Ade" narsis dengan eyangnya di depan danau

Speed Boat melaju kencang di danau

Kapal Feri Mini

Sekarang lanjut ke koleksi hewan ya, tapi cuma beberapa picture yang mungkin bisa aku posting disini, berikut kumpulan hewan yang di koleksi di Gembira Loka Zoo :

Pict-1 

Pict-2

Pict-3

Pict-4

Pict-5

Pict-6

Pict-7

Pict-8

Pict-9

Pict-10

Pict-11

Mungkin hanya segini yang bisa aku tulis, sedikit perjalanan melancong ke Jogja nyenengin anak di hari minggu kemarin, moga-moga di lain waktu bisa disambung lagi. Tapi yang jelas puas lah, walau badan capek tapi terbayar dengan kegembiraan putriku :).


Sabtu, 02 Januari 2010

 Wilayah pesisir memiliki arti strategis karena merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut, serta memiliki potensi sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan yang sangat kaya. Kekayaan sumber daya tersebut menimbulkan daya tarik bagi berbagai pihak untuk memanfaatkan sumber daya alam dan berbagai instansi untuk meregulasi pemanfaatannya. Namun, tidak bisa dipungkiri, hingga saat ini kehidupan masyarkat pesisir masih jauh tertinggal dari kehidupan perkotaan, bahkan juga jauh tertinggal dari daerah pedalaman hutan. Banyak masyarakat daerah pesisir, khususnya nelayan yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari mereka hanya mengandalkan melaut saja sebagai sumber pendapatan utamanya, padahal masih banyak mata pencaharian alternatif yang dapat dilakukan oleh mereka jika tidak sedang melaut.


Tapi sayang, laut yang jadi tumpuan hidup utama mereka kurang sekali diperhatikan. Lihat saja bagaimana kondisi Pesisir Pantai Utara Jawa ini. Begitu kotor dan menyedihkan. Ini dapat ditemukan sepanjang pantai dari Kabupaten Pemalang sampai dengan Kabupaten Tegal.

Semoga tulisan ini dapat menggerakkan sedikit hati kita, terutama para masyarakat pantai utara jawa